NADIKABAR.COM — Perjalanan panjang Tim Kebanggaan Indonesia di level ASEAN akhirnya berbuah manis. Setelah melewati sederet laga dengan tensi tinggi, Indonesia mengakhiri penantian selama 35 tahun untuk kembali meraih gelar di level senior.

Skuad Garuda menuntaskan perjalanan mereka di kompetisi tingkat ASEAN dengan gelar juara setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2 pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Hasil tersebut menjadi momen spesial bagi para pemain, tim pelatih, hingga jutaan masyarakat yang mengikuti perjuangan Tim Kebanggaan Indonesia sejak pertandingan pertama. Apresiasi juga datang dari berbagai pihak yang selama ini mendukung perjalanan olahraga Indonesia, termasuk Le Minerale.

"Terima kasih, Atlet Kebanggaan Indonesia. Terima kasih sudah berjuang dan membuat Indonesia bangga!" tulis Le Minerale melalui kanal digital resminya, Selasa (6/10/2026).

Kemenangan tersebut bukan hasil dari satu pertandingan. Di baliknya terdapat proses panjang, mulai dari latihan dengan intensitas tinggi, persiapan dari satu laga ke laga berikutnya, hingga upaya setiap pemain untuk menjaga kondisi agar dapat tampil optimal ketika membawa nama Indonesia.

Bagi Le Minerale, dukungan terhadap olahraga Indonesia juga bukan hal yang baru. Jejak keterlibatannya di sepak bola nasional setidaknya telah terlihat sejak 2018 melalui Le Minerale Football Camp, program bagi pesepak bola muda yang kala itu menghadirkan pemain muda Indonesia untuk berbagi pengalaman dan motivasi kepada peserta.

Dukungan tersebut kemudian berkembang dalam berbagai bentuk seiring perjalanan atlet-atlet Indonesia di berbagai kompetisi. Tidak hanya hadir melalui aktivitas olahraga, Le Minerale juga mengangkat sosok dan cerita para pemain agar masyarakat dapat mengenal perjalanan mereka lebih dekat.

Pada 2024, misalnya, Le Minerale menghadirkan kemasan edisi khusus atlet sepak bola Indonesia yang menampilkan berbagai atlet kebanggaan Indonesia. Aktivitas tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi kepada para pemain sekaligus membawa cerita perjuangan mereka lebih dekat kepada masyarakat.

Dalam perkembangannya, sejumlah pemain lain juga hadir dalam berbagai aktivitas komunikasi Le Minerale. Cerita mengenai latihan, perjuangan, hingga keseharian para pemain menjadi bagian dari cara untuk menghadirkan sisi lain perjalanan atlet di luar momentum pertandingan.

Dukungan terhadap olahraga juga berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kebutuhan cairan dan mineral selama aktivitas fisik. Dalam latihan maupun pertandingan dengan intensitas tinggi, menjaga kecukupan cairan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh. Le Minerale hadir dalam konteks tersebut melalui dukungan hidrasi di berbagai aktivitas dan kompetisi olahraga.

Namun pada akhirnya, pencapaian Indonesia di level ASEAN lahir dari kerja keras seluruh tim. Setiap pemain menjalankan perannya masing-masing, mulai dari menciptakan peluang, menjaga organisasi permainan, menahan serangan lawan, hingga hadir pada momen-momen menentukan ketika pertandingan berjalan ketat.

Seluruh peran tersebut menyatu menjadi kekuatan Tim Kebanggaan Indonesia. Kerja kolektif, konsistensi, serta semangat untuk memberikan yang terbaik membawa Indonesia terus melangkah hingga akhirnya mencapai puncak kompetisi di tingkat ASEAN.

Setelah penantian panjang, gelar tersebut bukan hanya menjadi milik para pemain yang berada di lapangan, tetapi juga menjadi momen kebanggaan bagi masyarakat Indonesia yang terus mengikuti dan mendukung perjalanan mereka.