NADIKABAR.COM — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat kepemimpinan perempuan dan kesetaraan gender sebagai bagian penting dalam mewujudkan kemakmuran di kawasan ASEAN secara inklusif dan berkelanjutan.
"Komitmen Indonesia terhadap kesetaraan gender telah berakar dalam Undang-undang Dasar 1945 dan telah tertuang dalam berbagai ratifikasi perjanjian internasional, diantaranya Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), hingga komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," ujar Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Hal ini dikatakannya saat menghadiri sesi High-Level Exchange of Views on the Status of Women Leadership across ASEAN and Role in Inclusive Prosperity dalam rangkaian kegiatan The 4th ASEAN Women Leadership Summit di Manila, Filipina.
Ia menegaskan, saat ini, kesetaraan gender, kepemimpinan perempuan, dan pembangunan inklusif turut menjadi bagian dari agenda prioritas Asta Cita, RPJMN, dan visi jangka panjang Indonesia Emas 2045.