NADIKABAR.COM — Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bekerja sama dengan Korean National Commision for UNESCO (KNCU) memimpin negara-negara di Asia untuk mengelola arsip kebudayaan agar terdaftar sebagai ingatan kolektif dunia atau Memory of the World.

Kepala ANRI Mego Pinandito menjelaskan, kerja sama ini menjadi salah satu momen penting untuk memperkuat diplomasi Indonesia melalui arsip, sehingga dunia dapat melihat kekayaan budaya Indonesia, salah satunya Negarakertagama yang menjadi arsip paling bermakna untuk diwariskan kepada generasi muda.

"Melalui arsip ini, negara-negara lain bisa melihat Indonesia, kemudian kita bersama-sama dengan Korea untuk memperkuat, baik itu pengelolaan maupun usulan-usulannya bersama dengan negara-negara maju, jadi kita sudah dalam satu langkah lebih maju bersama Korea untuk mendorong berbagai negara di Asia untuk mendaftarkan Memory of the World ini," katanya di Jakarta pada Selasa.

Mego mengemukakan, kerja sama berupa pelatihan dan lokakarya selama tiga hari ini mengundang 19 negara mulai dari Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Tengah, hingga Asia Pasifik untuk mengundang mereka membahas nominasi arsip kebudayaan yang ditonjolkan dari masing-masing negara, sehingga siap dikumpulkan ke UNESCO menjadi daftar ingatan kolektif dunia.