Menteri Dalam Negeri Yordania Mazin Al Farrayeh mengatakan negaranya telah menjadi sasaran aksi terorisme oleh sekelompok ekstremis. Farrayeh menggambarkan serangan tersebut sebagai aksi mengerikan yang harus dikecam habis-habisan.

Stasiun televisi publik Al-Mamlaka TV, dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan ada dua orang bersenjata keluar dari sebuah kendaraan dan melepaskan tembakan membabi buta ke arah gereja, di mana sedang berlangsung upacara pemakaman.

Seorang saksi mata mengatakan kepada stasiun televisi tersebut bahwa para penyerang menembak tanpa henti selama sekitar lima menit sebelum melarikan diri. Menurut saksi tersebut, ada sekitar 150 hingga 200 orang berada di dalam dan di luar gereja.

Raja Abdullah II menyebut peristiwa tersebut sebagai serangan teroris yang akan dibalas sekeras-kerasnya. "Setiap nyawa orang Yordania berharga dan kami akan menghajar dengan tangan besi siapa pun yang berani mengancam negara kami," ujarnya.