NADIKABAR.COM — Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan RI bersama Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura resmi mengumumkan secara serentak pengusulan Tari Zapin sebagai nominasi multinasional untuk masuk dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Bertempat di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, pengumuman pengusulan bersama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian warisan budaya yang hidup dan berkembang di kawasan Asia Tenggara sekaligus mempererat hubungan kebudayaan antarmasyarakat di keempat negara.

Dalam kesempatan yang dihadiri sejumlah perwakilan negara mitra serta insan media nasional, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan bahwa pengusulan Tari Zapin merupakan kali ketiga Indonesia bersama negara-negara sahabat di kawasan Asia Tenggara mengusulkan warisan budaya secara multinasional, setelah sebelumnya bersama-sama mengusulkan Kebaya dan Pantun.

Menurutnya, Tari Zapin merupakan budaya yang dimiliki dan berkembang bersama di masyarakat Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura dengan berbagai bentuk dan karakteristik.

"Kita mengusulkan pada tahun 2027 untuk Zapin sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO. Ini adalah satu budaya yang tentu saja sama-sama kita share, karena pada zaman sebelumnya kita tidak terkait dengan batas-batas wilayah. Terjadi persilangan, pertemuan, migrasi, dan akulturasi budaya yang saling memengaruhi," kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).

Dia menjelaskan bahwa perkembangan Tari Zapin di masing-masing negara menghasilkan ekspresi budaya dengan ciri dan keunikan tersendiri. Di Indonesia, misalnya, Tari Zapin hadir dalam berbagai bentuk dan sebutan di sejumlah daerah, seperti Zafin, Jepin, Japin, hingga Dana-Dani.

"Ekspresi budaya Zapin di setiap negara berbeda-beda dan mempunyai ciri serta keunikan tersendiri. Justru keragaman ini menjadi kekuatan dari nominasi multinasional ini. Kita dapat merawat identitas masing-masing sekaligus mengakui sejarah budaya yang saling terhubung sebagai shared heritage yang hidup melintasi batas-batas negara," jelasnya.