Untuk itu, ia tetap menjunjung kolaborasi dengan syarat saling menguntungkan satu sama lain dengan adil.
Diwartakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengajak negara-negara ASEAN untuk mempercepat pembuatan jaringan energi mengingat ketahanan energi menjadi tantangan utama yang mendesak untuk dihadapi bersama sebagai dampak tekanan global serta ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah.
Kepala Negara menyampaikan bahwa kawasan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan yakni mulai dari tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga lahan subur yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya para pemimpin ASEAN dalam percepatan mekanisme berbagi energi dan interkoneksi listrik regional di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.