Menurut Indroyono, forum ini memiliki ruang kerja yang semakin luas, tidak hanya menyangkut isu diplomasi, politik dan keamanan, tetapi juga perdagangan, investasi, konektivitas, pendidikan, ekonomi digital, kecerdasan buatan (AI), perubahan iklim, energi, kesehatan, inovasi, keamanan maritim hingga teknologi antariksa.

Isu tersebut sejalan dengan agenda Indonesia dalam kepemimpinan ACW yang mencakup penguatan ekonomi digital dan kecerdasan buatan, energi bersih, pendidikan dan pengembangan talenta, kesehatan, riset dan inovasi, keamanan maritim, ketahanan iklim, perdagangan, investasi, serta rantai pasok.

Kepemimpinan Indonesia juga diarahkan untuk memperkuat prinsip ASEAN centrality dan mendorong Asia Tenggara berperan aktif dalam membangun kerja sama Indo-Pasifik yang damai, stabil, terbuka, dan berbasis aturan.