NADIKABAR.COM β Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha C. Nasir menyampaikan bahwa Indonesia siap mendukung modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) Filipina dan berbagi pengalaman serta keahlian dalam pengembangan industri halal.
Menurut siaran pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Selasa, Menlu RI menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa P. Lazaro di Manila pada Senin (2/11).
Indonesia dan Filipina juga menjajaki peluang peningkatan perdagangan dan investasi, termasuk mendorong kerja sama energi untuk mendukung ketahanan rantai pasok kawasan, serta penguatan kerja sama konsuler dan pelindungan warga negara masing-masing.
Selain itu, kedua menteri menegaskan kembali kuatnya kemitraan Indonesia dan Filipina yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade dan memiliki kepentingan bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
βIndonesia dan Filipina memiliki komitmen yang kuat terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan dan kami akan terus memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan, serta bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan,β kata Arrmanatha.
Indonesia dan Filipina juga membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia serta risiko kabut asap lintas batas.
Dalam pertemuan tersebut, Menlu RI menjelaskan upaya keberlanjutan Indonesia dalam melakukan pencegahan dan penanganan karhutla, termasuk pemadaman dan penegakan hukum.
Indonesia menekankan pentingnya menjaga komunikasi, meningkatkan koordinasi, dan memperkuat kerja sama dengan negara-negara tetangga, termasuk melalui mekanisme ASEAN dalam menangani isu-isu yang menjadi perhatian bersama.
Selain itu, Arrmanatha dan Ma. Theresa bertukar pandangan mengenai berbagai isu kawasan dan menekankan pentingnya menjaga persatuan, sentralitas, dan inklusivitas ASEAN, termasuk dalam memajukan upaya ASEAN dalam mendorong stabilitas dan perdamaian di Myanmar.
Indonesia juga mengapresiasi kepemimpinan Filipina sebagai Ketua ASEAN 2026 dan menegaskan dukungan Indonesia bagi keberhasilan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-49 pada 16-18 November 2026.