NADIKABAR.COM — Nongsa Digital Park di Batam menandatangani kerja sama dengan penyedia layanan sovereign cloud dan kecerdasan buatan (AI) asal Swiss, PHOENIQS AG, di bidang pengembangan kapabilitas kecerdasan buatan yang berdaulat (sovereign AI) di Indonesia, guna menyasar pasar Asia Tenggara.
”Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dengan populasi 280 juta jiwa, demografi usia muda, serta tingkat konektivitas digital yang tinggi - Indonesia bukan sekadar pasar potensial, melainkan laboratorium yang sempurna untuk inovasi teknologi digital berskala luas dan berbasis AI,” kata Duta Besar RI untuk Swiss Ngurah Swajaya, menyambut baik penandatanganan MoU tersebut.
Dalam keterangan tertulis KBRI Bern, Selasa, Dubes Ngurah juga menyoroti keunggulan Swiss sebagai negara yang mengadopsi inovasi teknologi presisi terbaik dan salah satu negara yang berhasil mengembangkan super computing secara independen.
“Melalui kerja sama strategis, Indonesia dan Swiss memanfaatkan momentum 75 tahun hubungan diplomatik ini untuk sekali lagi mengembangkan kemitraan yang saling melengkapi dan saling menguntungkan,” tuturnya.
Kerja sama ini memungkinkan peningkatan kapasitas Indonesia dalam mengembangkan pusat data berbasis sovereign AI untuk melayani peningkatan kebutuhan dunia usaha dan industri, khususnya perbankan, telekomunikasi dan smart manufacture.
Teknologi ini akan memungkinkan Indonesia atau pemilik data memiliki kontrol sepenuhnya (sovereign) yang berbeda dengan data residency, dan berbasis super computer serta quantum technology.
Kemandirian ini sangat krusial di era kompetisi teknologi dalam konteks rivalitas geopolitik global.
Sebagai pengembang operating system yang independen, kemampuan ini memungkinkan pemilik data menyimpan dan mengolah data berbasis AI secara lebih berdaulat dari sekedar data residency.