NADIKABAR.COM — Komite Olimpiade Indonesia memastikan 12 atlet muda yang dikirim ke Olimpiade Remaja 2026 di Dakar, Senegal, tampil tanpa dibebani target medali.

Kebijakan tersebut diambil demi mengutamakan partisipasi, menambah jam terbang internasional, serta menjaga fokus mental para atlet belia.

Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menegaskan bahwa keikutsertaan di ajang ini diproyeksikan sebagai batu loncatan. Pengalaman bertanding di Afrika diharapkan menjadi modal berharga bagi pembinaan atlet muda menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

"Kami tidak membuat target karena partisipasi yang paling diutamakan. Ada 12 atlet yang terdiri dari enam atlet putra dan enam atlet putri yang semuanya remaja, harapannya akan memberikan dorongan terhadap Olimpiade nanti di LA 2028," ujar Okto di Jakarta, Jumat (23/10).

Kontingen Merah Putih bakal bersaing pada sembilan cabang olahraga sepanjang gelaran yang berlangsung 31 Oktober hingga 13 November 2026 tersebut. Cabang olahraga yang diikuti meliputi atletik, akuatik, bulu tangkis, balap sepeda, equestrian, judo, wushu, skateboard, dan triathlon.

Meski tidak dipatok target, persiapan intensif tetap dijalankan oleh masing-masing pengurus cabang olahraga. Beberapa atlet bahkan telah menjalani pemusatan latihan di luar negeri, seperti cabor judo yang berguru ke Jepang serta wushu di China.

Chef de Mission (CdM) Ita Yuliati menyampaikan bahwa para atlet justru mematok target pribadi tinggi untuk membuktikan kemampuan mereka. Pihaknya kini berfokus mendampingi kesiapan fisik, pasokan nutrisi, serta kenyamanan mental seluruh anggota tim selama di Senegal.

"Target kami sebetulnya ada yang mereka targetkan sendiri, seperti judo dan yang lain-lain ingin menantang diri mereka sendiri untuk menunjukkan yang terbaik di Senegal."

"Kami dari tim CdM ingin mendukung dari sisi mental, kenyamanan, dan kesiapan keseluruhan agar mereka bertanding dengan tenang," kata Ita.