Dubes Indroyono menyampaikan bahwa saat ini pemerintah RI menyiapkan 13 taman nasional sebagai proyek percontohan menuju pengelolaan konservasi kelas dunia, termasuk Taman Nasional Raja Ampat.
Terkait hal itu, kerja sama Indonesia dengan IUCN, Global Environment Facility (GEF), Conservation International, dunia filantropi, serta berbagai mitra internasional diarahkan agar konservasi tidak berhenti pada perlindungan satwa dan terumbu karang.
Pada forum tersebut, Indonesia menegaskan bahwa konservasi harus mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat Raja Ampat, mulai dari pengembangan perikanan lestari, pariwisata yang bertanggung jawab, penciptaan lapangan kerja hijau, pendidikan, hingga penguatan ekonomi lokal.