NADIKABAR.COM — Dua pesepeda trek Indonesia Dika Alif Dhentaka dan Dhia Tsabit Az Zakky Sutaryo menempati dua posisi terbawah pada babak kualifikasi sprint putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Izu Velodrome, Rabu.

Dika berada di peringkat ke-18 dari 19 peserta setelah mencatat waktu 10,185 detik pada lintasan 200 meter flying start dengan kecepatan rata-rata 70,692 km/jam.

Sementara Zakky menempati posisi ke-19 atau terakhir dengan catatan 10,589 detik dan kecepatan rata-rata 67,995 km/jam.

Hasil tersebut membuat kedua wakil Indonesia gagal ke babak 16 besar karena hanya 16 pesepeda dengan catatan waktu terbaik yang berhak melanjutkan persaingan.

Pesepeda Jepang Kaiya Ota menjadi yang tercepat pada kualifikasi dengan 9,400 detik dan kecepatan rata-rata 76,596 km/jam.

Catatan Ota memecahkan rekor Asian Games sebelumnya 9,623 detik yang dicetak Zhou Yu dari China pada Asian Games Hangzhou 2022.

Posisi kedua ditempati Li Zhiwei dari China dengan waktu 9,444 detik, sedangkan pesepeda Malaysia Mohd Azizulhasni Awang berada di peringkat ketiga dengan 9,467 detik.