Momentum bersejarah itu terjadi pada 27 September 1945 ketika Angkatan Muda Pos, Telegraf, dan Telepon (AMPTT) berhasil merebut dan mengambil alih Kantor Pusat Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) di Bandung dari tangan militer Jepang. Berkat kegigihan itu, informasi penting yang diperjuangkan menjadi lebih bergema karena para pemuda itu memungkinkan telegram pertama kemerdekaan RI tersebar ke kancah global.
Sukirman, seorang veteran berusia 84 tahun yang tergabung dalam Angkatan Muda Pos Telegraf, dan Telepon (AMPTT) menyebut peringatan Hari Bhakti Postel merupakan bentuk nyata penghargaan terhadap para pejuang Tanah Air.
Sukirman yang terlibat langsung dalam perjuangan memperebutkan Irian Barat pada tahun 1961-1963, berharap Hari Bhakti Postel rutin digelar untuk merayakan kedaulatan negara yang diperjuangkan lewat telekomunikasi.
“Saya ini Korps Irian Barat PTT, penerus AM PTT untuk pembebasan Irian Barat. (Peringatan) ini baik sekali, kami merasa tetap diingat padahal dunia semakin maju,” ujar dia.