NADIKABAR.COM — Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan permintaan maaf dalam rapat Dewan FIFA di Zurich, Kamis (15/10), terkait kontroversi rencana FIFA Forward Enterprise (FFE). Namun, permintaan maaf tersebut belum meredakan kritik, terutama mengenai kurangnya transparansi dan dokumen yang belum dibuka kepada anggota dewan.

FFE merupakan proposal kontroversial yang berencana menyerahkan sebagian hak komersial FIFA kepada investor swasta. Rapat selama tiga setengah jam itu menjadi pertemuan pertama Dewan FIFA setelah rencana tersebut terungkap dan akhirnya batal.

Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (The FA) sekaligus Wakil Presiden FIFA, Debbie Hewitt, mengaku kecewa karena sejumlah pertanyaan mendasar belum terjawab, termasuk permintaan akses penuh terhadap dokumen terkait FFE.

"Salah satu hal yang mengecewakan adalah kami tidak kunjung mendapat jawaban atas hal-hal spesifik yang kami tanyakan, misalnya akses penuh terhadap dokumen-dokumen terkait FFE," ujar Hewitt, yang dikutip dari BBC.

Ia menilai Infantino seharusnya segera memberikan jawaban dan membuka dokumen yang diminta. Menurutnya, transparansi menjadi hal penting untuk mempertanggungjawabkan rencana tersebut.

"Jika Anda benar-benar menyesal, tunjukkan dengan cara membagikan dokumen-dokumen itu kepada kami," kata Hewitt.

Hewitt mengungkapkan bahwa Infantino menyampaikan penyesalan mendalam karena tidak membawa proposal FFE ke hadapan Dewan FIFA sejak awal. Meski demikian, ia menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut belum mengubah pandangannya terhadap kepemimpinan Infantino.

Selain kontroversi FFE, rapat tersebut juga membahas sejumlah persoalan lain, termasuk pencabutan sanksi kartu merah Folarin Balogun, polemik FIFA Peace Prize, serta transparansi penyaluran dana bantuan kepada asosiasi sepak bola nasional.

Hewitt menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu jawaban konkret dari Infantino. Ia menilai Presiden FIFA harus bersedia membuka dokumen dan menjawab pertanyaan yang diajukan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara transparan.

"Saya pikir dia harus menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dan jika dia tidak menjawabnya sekarang, dia tidak layak menjadi presiden FIFA," tegasnya.