NADIKABAR.COM β Bank Indonesia (BI) menyatakan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya, seiring dengan sentimen inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan.
βIntervensi terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,β kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G.Hutapea dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Selain itu, imbuh Erwin, BI juga mengelola struktur suku bunga di pasar uang dengan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar terus dilakukan secara intensif.
Erwin menjelaskan rilis data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan dan meningkat dari periode sebelumnya mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif oleh The Fed.