NADIKABAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat inflasi tahunan Jakarta mencapai 2,71 persen pada September 2026, disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,73 persen.

"Secara tahunan, pada September 2026, inflasi di DKI Jakarta sebesar 2,71 persen. Kita bandingkan harga di September 2026 terhadap September tahun lalu," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Kamis.Dia mengatakan berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 3,71 persen, serta memberikan andil inflasi sebesar 0,73 persen."Dengan komoditas yang memberikan inflasi terbesar, yaitu daging ayam ras (andil 0,19 persen)," ujar Kadarmanto.

Selain daging ayam ras, komoditas yang turut menyumbang inflasi Jakarta pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yakni beras dan minyak goreng.