Seiring makin canggihnya model AI dan semakin mudahnya membuat konten AI yang meyakinkan, jumlah influencer AI palsu yang beredar di media sosial juga semakin marak. The Guardian belum lama ini mengungkap gelombang influencer palsu buatan AI yang mempromosikan deretan aplikasi dan brand.

The New York Times juga menemukan ratusan influencer AI yang membagikan konten kesehatan, termasuk yang mengaku sebagai dokter. Meskipun sebagian besar konten ini tidak melanggar aturan Meta secara eksplisit, hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang penyebaran misinformasi.

Artikel ini telah tayang di NadiKabar. Baca selengkapnya di sini.