NADIKABAR.COM — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan sejumlah rekomendasi bagi orang tua untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik pada anak. Langkah utama yang dianjurkan adalah mengungsikan anak menjauhi lokasi yang terdampak letusan.
Jika kondisi udara di lingkungan sudah buruk, anak juga dianjurkan tetap berada di dalam rumah dengan kondisi tertutup rapat. IDAI menyebut kondisi udara dengan nilai di atas 100 pada Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) perlu menjadi perhatian. Informasi kualitas udara dapat dipantau melalui situs pemantau kualitas udara.
Orang tua juga perlu memperhatikan kondisi rumah agar abu vulkanik tidak kembali beterbangan. Saat membersihkan abu, anak sebaiknya dijauhkan dari area tersebut. Pembersihan juga dianjurkan menggunakan lap atau kain basah maupun membasahi permukaan terlebih dahulu agar partikel abu tidak menyebar ke udara.