NADIKABAR.COM — Menurut spesialis jantung dan pembuluh darah Robert Greenfield MD, kondisi ini terkadang baru diketahui setelah seseorang mengalami serangan jantung berikutnya dan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan sebelumnya. Silent heart attack bahkan dapat terjadi saat tidur. Seseorang mungkin terbangun karena merasa tidak nyaman, tetapi menganggapnya sebagai mimpi buruk atau gangguan tidur biasa.

Dikutip dari Prevention, ada sejumlah gejala samar yang tetap perlu diperhatikan. Sesak napas, misalnya, dapat muncul saat melakukan aktivitas ringan atau bahkan ketika sedang beristirahat. Masalah pada sistem kardiovaskular dapat langsung memengaruhi pernapasan karena jantung dan paru-paru bekerja sama untuk memastikan tubuh mendapat cukup oksigen.

Gejala lainnya adalah jantung berdebar. Ketika mengalami gangguan, jantung dapat berusaha mengimbanginya dengan memompa lebih cepat sehingga detaknya terasa lebih cepat, keras, atau tidak teratur. Kondisi ini juga dapat disertai lemas atau kelelahan yang muncul tiba-tiba, ketika tubuh terasa sangat berat dan kehilangan tenaga, termasuk pada lengan dan kaki.