Sejak saat itu, Putri Kandita memilih menetap di Laut Selatan dan menolak kembali ke Pajajaran. Banyak pangeran dan raja datang untuk mempersuntingnya, tetapi ia hanya bersedia menikah dengan orang yang mampu mengalahkan kesaktiannya, dan menurut legenda, tak seorang pun berhasil.
Meski kisah Nyi Roro Kidul cukup dikenal di Jawa Barat, kepercayaan terhadap sosok ini tidak sekuat di masyarakat Jawa. Penelitian Irvan Setiawan dalam jurnal Mitos Nyi Roro Kidul dalam Kehidupan Masyarakat Cianjur Selatan (Patanjala, Vol. 1 No. 2, 2009) menyebut tidak semua masyarakat pesisir selatan Jawa Barat memiliki tradisi yang kuat terkait mitos Nyi Roro Kidul, berbeda dengan tradisi Kanjeng Ratu Kidul dalam budaya Jawa yang masih lestari hingga kini.