NADIKABAR.COM — Pemulihan infrastruktur sumber daya air pascabencana di Kota Padang, Sumatera Barat, telah mencapai sekitar 92 persen. Penanganan berikutnya difokuskan pada kawasan Batang Kuranji-Maransi untuk memulihkan fungsi sungai sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari risiko banjir berulang.
Penanganan selama masa tanggap darurat ini mencakup pengerukan sedimentasi, pemulihan aliran sungai, serta pekerjaan pengendalian banjir pada sejumlah titik terdampak. Pekerjaan fisik kini dilanjutkan dengan masa transisi hingga Desember 2026.
Balai Wilayah Sungai Sumatera V mencatat terdapat 43 titik penanganan di seluruh Sumatera Barat. Untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, sebanyak 56 paket telah diusulkan dengan perincian 16 paket telah berkontrak dan 40 paket masih menjalani proses pengadaan.
Pekerjaan fisik permanen ditargetkan mulai berkontrak pada November 2026. Meski demikian, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama penyelesaian desain, proses tender, pembebasan lahan, dan pembagian kewenangan penanganan.