NADIKABAR.COM — Kepolisian antiterorisme Inggris sedang menyelidiki dugaan keterlibatan Iran dalam insiden diduga ancaman bom di dekat pangkalan udara yang digunakan militer Amerika Serikat (AS) dalam perang melawan Teheran. Insiden itu melibatkan pengerahan tim penjinak bom, dengan sedikitnya lima pria telah ditangkap.
Para personel kepolisian, seperti dilansir AFP, Senin (28/9/2026), dipanggil ke pangkalan Angkatan Udara Inggris (RAF) Fairford di Inggris barat daya pada Minggu (27/9) dini hari, setelah menerima aduan mengenai adanya "kendaraan-kendaraan mencurigakan yang tampak bergerak menuju ke pangkalan udara" tersebut.
Otoritas Inggris belum secara resmi mengonfirmasi rincian mengenai sifat atau sumber ancaman di dekat pangkalan udara yang menampung pasukan dan pesawat militer AS tersebut.
Namun Kepolisian antiterorisme Inggris telah menangkap lima pria atas dugaan "mempersiapkan aksi teroris" di dekat pangkalan udara itu, dan atas tuduhan terkait bahan peledak. Kelima pria itu masih dalam penahanan saat ini.
Identitas para tersangka belum diungkap ke publik. Seorang sumber yang mengetahui penyelidikan insiden itu, seperti dikutip Reuters, mengatakan bahwa motif terkait Iran dianggap sebagai kemungkinan terbesar, meskipun operasi sabotase Rusia atau rencana serangan kelompok Islamis juga turut diselidiki.
Penangkapan itu diwarnai pengerahan tim penjinak bom militer yang memeriksa tiga mobil van, yang berwarna putih dan berukuran besar, yang berhenti di sebuah ruas jalanan pedesaan setempat. Setidaknya 85 keluarga yang tinggal di desa Whelford, tak jauh dari lokasi, diminta mengungsi selama proses itu berlangsung.
Rekaman video yang ditayangkan media memperlihatkan sebuah robot penjinak bom bergerak di sekitar beberapa mobil van, yang dua di antaranya terbuka pintu bagian belakangnya.
Presiden AS Donald Trump telah memberikan tanggapannya, dengan mengatakan bahwa "kami mengetahui segalanya tentang mereka" ketika ditanya mengenai para tersangka yang ditangkap. Trump juga dilaporkan tampak mengangguk ketika ditanya apakah ada keterkaitan Iran dengan insiden ini.
"Anda akan segera mendengarnya. Kita telah menangkap mereka," ujar Trump tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Dalam pernyataan terpisah pada Minggu (28/9) waktu AS, Trump menyebut orang-orang yang ditangkap itu berencana memicu "kerusakan parah" di pangkalan Inggris yang menampung pasukan dan pesawat militer Amerika, termasuk pesawat pengebom AS.
"Kita menyelidiki mereka. Mereka berniat menimbulkan kerusakan besar pada pangkalan kita, dan kerja sama dengan pihak Inggris berjalan dengan sangat baik," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke Chicago.
"Kita telah memantau mereka sejak lama, dan akhirnya kita berhasil menangkap mereka," sebutnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris, Wes Streeting, saat ditanya mengenai kemungkinan adanya keterlibatan Iran, hanya mengatakan bahwa: "Akan tidak bertanggung jawab untuk berspekulasi." Dia mengatakan bahwa penyelidikan di lokasi "masih berlanjut".