NADIKABAR.COM — Pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) telah mengerucut pada 9 ulama peraih suara terbanyak berdasarkan usulan dari PC, PCI dan PWNU. Sembilan ulama tersebut dipercaya menentukan sosok Rais Aam sekaligus Ketua Umum (Ketum) PBNU.

AHWA dipilih berdasarkan usulan seluruh PC, PCI dan PWNU. Usulan-usulan tersebut telah ditabulasi untuk menentukan 9 nama ulama yang memperoleh suara paling tinggi. Hasilnya, Pengasuh PP Al Falah Ploso KH Nurul Huda Djazuli menempati posisi pertama.

Kiai Djazuli meraup 485 suara. Disusul Rais Syuriah PWNU Aceh TGK KH Nuruzzahri Yahya atau Waled NU 477 suara, Pengasuh PP An Nahdlah Makassar AG KH Baharuddin HS 392 suara, Rais Aam PBNU 2021-2026 KH Miftachul Akhyar 350 suara, Ahli Fikih dari PP Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo KH Afifuddin Muhajir 339 suara.

Kemudian Ketum MUI dan Pengasuh PP Al Amien KH Anwar Iskandar meraup 326 suara, Pengasuh PP Lirboyo KH Anwar Manshur 303 suara, Mantan Ketum PBNU yang saat ini menjadi Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siradj 273 suara, serta Pengasuh PP Al Muhajirin Purwakarta KH Abun Bunyamin 268 suara.

Muktamar ke-35 NU pun dilanjutkan dengan sidang pleno V di Gedung Serba Guna (GSG) KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Agenda pertama sidang pleno ini yakni demisioner Pengurus PBNU masa bakti 2021-2026.

"Pengurus PBNU masa khidmat 2021-2026 kami serahkan kembali amanah khidmat ini kepada para PW dan pemegang keputusan dan kami nyatakan demisioner," kata Kiai Miftachul Akhyar di arena sidang pleno V, Minggu (30/8/2026).

Ketum PBNU 2021-2026, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan syukur karena telah menunaikan amah organisasi, serta LPJ diterima dengan baik oleh para muktamirin.

"Alhamdulillah kami dapat mengakhiri masa khidmat ini dan menyatakan demisioner dengan kelegaan bahwa amanah insyaallah telah kami tunaikan. Terima kasih atas kebersamaan, kepercayaan, pengabidan dan khidmat seluruh jajaran, mohon maaf atas segala kesalahan dan kekuranhan. Semoga PBNU masa khidmat yang akan datang adalah PBNU yang lebih baik dari sebelumnya," tandasnya.

Sidang pleno dilanjutkan penetapan 9 anggota AHWA. Kemudian anggota AHWA bakal menggelar sidang tertutup untuk menentukan Rais Aam dan Ketum PBNU masa bakti 2026-2031.