NADIKABAR.COM — Pengerjaan proyek pembangunan flyover Bundaran Taman Pelangi diundur. Pelaksanaan pembangunan proyek senilai Rp 400 miliar itu diperkirakan baru akan dimulai pada Desember 2026 ini. Lantas apa alasannya?
Pemkot Surabaya menyatakan bahwa mundurnya pengerjaan proyek ini karena penyiapan dokumen lelang yang dilakukan di tingkat pemerintah pusat. Hal itu seperti disampaikan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Hidayat Syah.
Hidayat mengonfirmasi bahwa lelang pengerjaan infrastruktur untuk pengurai kemacetan kawasan Jalan Ahmad Yani itu baru dibuka oleh pusat pada triwulan keempat 2026 ini, tepatnya di bulan Oktober.
"Oktober lelang. Menurut estimasi mereka, (pembangunan) Desember. Kan yang ngelelang pusat toh," ujar Hidayat saat dihubungi, Kamis (3/9/2026).
Jadwal ini meleset dari target awal yang disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang semula memproyeksikan lelang pada Juli serta pembangunan pengerjaan fisik di pertengahan tahun. Hidayat memaklumi penundaan tersebut karena penyiapan dokumen administrasi oleh kementerian terkait membutuhkan waktu ekstra.
Adapun pengerjaan fisik flyover rencananya langsung mengeksekusi area tengah jalan setelah seluruh proses pembebasan dan perataan lahan pemukiman warga di sekitar Bundaran Taman Pelangi rampung dikerjakan.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pembangunan flyover di Bundaran Taman Pelangi segera dimulai. Proyek yang ditujukan untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada Juli atau Agustus 2026.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, proses lelang pembangunan flyover telah dilakukan. Namun, hingga kini jadwal pasti dimulainya proyek tersebut masih menunggu kepastian.
"Insyaallah sudah dilelang ya. Nanti insyaallah bulan Juli ini harusnya. Nanti kita cek lagi ya. Karena kemarin Pak Asisten 2 yang sudah ke Jakarta," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota pada Kamis, 23 Juli 2026.