Banyaknya korban tewas ini karena sebagian besar pelaut pada masa itu tidak dapat berenang, sehingga banyak kru yang langsung tenggelam ketika kapal hancur.

Badai laut melumpuhkan kendali kapal, merusak tiang, menyeret jangkar, dan menghempaskan kapal-kapal perang ke kawasan pasir dangkal yang berbahaya.

Kekurangan makanan layak membuat banyak pelaut sakit dan kelelahan sebelum badai melanda, sehingga mereka kekurangan tenaga untuk mengendalikan kapal.