Retno mengungkapkan, beasiswa Jardine rencananya juga akan diperluas ke kampus-kampus lain dan digelar setiap tahun. Namun, tahun ini, beasiswa Jardine bagi mahasiswa baru tahun ajaran 2026/2027 dimulai di UGM.

Rektor UGM Prof dr Ova Emilia, MMedEd, SpOG(K), PhD mengatakan, beasiswa Jardine di UGM mendukung studi di bidang-bidang terkait tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Mahasiswa penerima beasiswa diharapkan dapat berdampak pada isu-isu SDGs setelah lulus.

Sementara itu, bidang prioritas yang diharapkan yakni terkait perubahan iklim, kesehatan, dan pertanian.

Ova mengatakan, beasiswa Jardine di UGM juga mempertimbangkan inklusivitas dan mendorong pelamar dari daerah 3T untuk mendaftar. Dengan mengikuti program ini, diharapkan lulusannya kelak juga dapat menembus universitas terbaik dunia seperti Oxford dan Cambridge.

"UGM berkomitmen untuk ikut mempersiapkan itu sehingga mendapatkan bukan hanya talenta terbaik, tetapi juga untuk mendistribusikan talenta-talenta itu untuk seluruh negeri," ucapnya.

Berdasarkan laman Direktorat Kemahasiswaan UGM, Jardine-UGM Postgraduate Scholarship Tahun 2026 sedang memasuki tahap seleksi.