Korban mengaku tak berdaya karena harus menerima berbagai ancaman mulai ia dan keluarganya akan dibunuh, dipecat bahkan gajinya tak dicairkan.

"Saya ketakutan. Takut keluarga saya dibunuh atau saya yang dibunuh. Karena beberapa kali itu saya ngerasa ada orang yang mengikuti saya. Saya menuruti dia karena di bawah tekanan ancaman," terangnya.

Kekerasan seksual itu terjadi berulang hingga 21 Mei 2026. Awalnya, pelaku biasanya mencekoki korban dengan miras.