NADIKABAR.COM — Ada beberapa momen kontroversial Arsenal saat mengalahkan Liverpool. Harusnya The Reds mendapat penalti?
Liverpool menjamu Arsenal di Anfield pada pekan ke-9 Liga Inggris, Minggu (1/11/2026). The Gunners menang 1-0 lewat gol Kai Havertz.
Di laga itu, Liverpool sedianya memberi banyak perlawanan. Selama 90 menit, ada beberapa momen Si Merah merasa layak bisa mendapatkan hadiah penalti.
Di babak pertama, pada menit ke-29, ada momen Cody Gakpo dijatuhkan Christos Tzolis di kotak penalti. Terlihat winger Arsenal menahan penyerang Liverpool di area terlarang dengan tangannya.
Gakpo jatuh, namun wasit Andy Madley tak menganggapnya sebagai pelanggaran. VAR yang dipimpin Stuart Atwell juga kemudian mengeceknya, namun juga tak mengesahkannya sebagai pelanggaran untuk Arsenal.
Ada pula momen di mana Timber tampak menjatuhkan Mac Allister tak lama berselang. Momen itu juga tak diganjar hukuman.
Pada menit ke-33, giliran Isak yang jadi sorotan. Striker Liverpool itu tampak ditahan Jurrien Timber, saat hendak menyundul bola crossing. Baju penyerang asal Swedia itu tampak ditarik, namun tak dianggap pelanggaran.
Sederet momen itu membuat Andoni Iraola angkat suara. Pelatih Liverpool itu bahkan menyindir penyerangnya bakal diminta diving ke depannya agar mendapat penalti.
"Terdapat tarikan yang jelas pada bajunya. Alex berada tepat di depannya, dia hendak menyundul bola di depan gawang tetapi tidak bisa karena bajunya ditarik," kata Iraola kepada BBC.
"Jika dia terjatuh, mereka pasti akan memberi penalti 100 persen. Seharusnya seperti itu, tapi begitulah adanya. Lain kali, para manajer harus menyuruh Alex untuk terjatuh, kalau tidak, mereka tidak akan memberi penalti."
"Solusinya adalah kamu harus berpura-pura terjatuh; jika tidak, wasit tidak akan memberi penalti," sindir Iraola.
Kekalahan dari Arsenal akhirnya ditelan Liverpool. Hasil itu membuat Si Merah turun ke peringkat 5 klasemen Liga Inggris dengan 15 poin, kembali digeser Chelsea yang naik ke posisi 4 dengan 16 poin.