Menurut National Health Service (NHS) Inggris, penyebab kembung yang umum adalah penumpukan gas di saluran pencernaan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan konsumsi makanan atau minuman tertentu, menelan udara saat makan, sembelit, intoleransi makanan, dan sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS).

Berbeda dengan penumpukan lemak, kembung dapat berubah sepanjang hari. Sebagai contoh, perut mungkin terlihat lebih rata pada pagi hari, kemudian terasa penuh setelah makan.

Untuk membantu mengurangi kembung, cobalah makan secara perlahan, menghindari minuman berkarbonasi jika memicu keluhan, serta memperhatikan makanan yang membuat perut terasa tidak nyaman.

Apabila kembung berlangsung terus-menerus atau disertai penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, nyeri perut, maupun perubahan pola buang air besar, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Sembelit juga dapat membuat perut terasa penuh dan tampak lebih besar. Kondisi ini terjadi ketika seseorang mengalami kesulitan buang air besar, frekuensi buang air besar berkurang, atau tinja menjadi keras.

Penumpukan tinja di usus dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, kembung, dan sensasi perut penuh. Karena itu, perut buncit yang disertai sulit buang air besar tidak selalu berhubungan dengan peningkatan lemak tubuh.

Memenuhi kebutuhan serat secara bertahap, minum cukup air, dan melakukan aktivitas fisik dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar. Jika sembelit menetap atau disertai nyeri hebat, muntah, maupun tidak bisa buang angin, segera cari pertolongan medis.

6. Faktor genetik dan perubahan hormon

Bentuk tubuh dan lokasi penyimpanan lemak berbeda-beda pada setiap orang. Faktor genetik dapat memengaruhi kecenderungan seseorang menyimpan lebih banyak lemak di sekitar perut dibandingkan di pinggul atau paha.

Perubahan hormon juga dapat memengaruhi distribusi lemak. Pada perempuan, misalnya, perubahan hormonal selama masa perimenopause dan menopause dapat berkaitan dengan perubahan komposisi tubuh serta kecenderungan penumpukan lemak di area perut.

Namun, bentuk perut tidak dapat digunakan sendirian untuk menyimpulkan adanya gangguan hormon. Jika perubahan ukuran perut terjadi secara signifikan tanpa alasan yang jelas, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebabnya.

Cara menjaga lingkar perut tetap sehat

Perut yang terlihat buncit tidak selalu membutuhkan penurunan berat badan. Jika penyebabnya adalah kembung, penanganannya berbeda dari penumpukan lemak. Karena itu, penting untuk mengenali faktor yang memengaruhi bentuk perut sebelum mengubah pola makan atau memulai program olahraga.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan mengurangi penumpukan lemak di area perut.

Biasakan berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau melakukan aktivitas aerobik lainnya. Latihan kekuatan juga membantu mempertahankan dan meningkatkan massa otot. Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu mengurangi lemak perut meskipun perubahan angka timbangan tidak terlalu besar.

2. Perhatikan asupan makanan dan minuman

Batasi minuman manis dan makanan tinggi kalori yang dikonsumsi secara berlebihan. Perbanyak sayuran, buah-buahan, sumber protein, serta makanan kaya serat untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi dan menjaga fungsi pencernaan.

Usahakan memiliki jadwal tidur teratur dan durasi tidur yang memadai. Kebiasaan tidur yang buruk dapat berkaitan dengan perubahan metabolisme dan pengaturan nafsu makan, sehingga berpotensi memengaruhi komposisi tubuh.