NADIKABAR.COM — Tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang mengecek langsung SPPG Mangunan buntut keracunan MBG massal di SPMN 1 Kabuh. Mereka menemukan banyak proses di dapur MBG tersebut yang tidak sesuai SOP.
"Setelah pasien tertangani semua, baru kita turun ke lapangan, kita lakukan pemeriksaan di situ (SPPG Mangunan), mulai dari bagaimana masuknya bahan makanan, penyimpanan dan bagaimana proses pemasakan dan lain-lain," kata Kepala Dinkes Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada kepada wartawan saat skrining TBC di Desa Pandanwangi, Jumat (4/9/2026).
SPPG Mangunan, Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta di Dusun Brumbung, Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh menyuplai MBG ke 19 lembaga pendidikan. Salah satunya ke SMPN 1 Kabuh untuk 639 siswa, serta 47 guru dan karyawan sekolah.
MBG yang mereka distribusikan pada Rabu (2/9), mengakibatkan 256 siswa dan 4 guru SMPN 1 Kabuh keracunan. Siang itu, menu yang disantap para korban berupa nasi putih, udang saus padang, tahu susu, pepaya, serta tumis wortel, sawi putih dan brokoli.
Dari hasil pengecekan langsung ke SPPG Mangunan, lanjut dr Hexawan, pihaknya menemukan sejumlah proses yang tidak sesuai SOP. Ia menyayangkan prose di dapur MBG ini yang tak sebaik ketika mereka mengajukan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
"Pada saat dulu sebelum mencari SLHS itu bagaimana, sesuai dengan SOP, dengan standar semuanya. Akan tetapi prosesnya kok banyak yang SOP-SOP yang enggak sesuai. Sehingga Dinas Kesehatan salah satunya melakukan evaluasi SLHS untuk perbaikan kemudian," ungkapnya.