Batu permata telah memberikan pendapatan kepada otoritas militer Myanmar. Berdasarkan Al Jazeera, perdagangan batu permata ini berkontribusi terhadap kudeta 1 Februari 2021 lalu bahkan disebutkan pula bahwa keluarga salah seorang jenderal diuntungkan dari sektor tersebut.

"Temuan kami terhadap meningkatnya kontrol militer mengenai perdagangan giok yang bernilai miliaran dolar merupakan bentuk nyata dari sektor-sektor ekonomi negara oleh Tatmadaw (militer yang menguasai negara) secara lebih luas, termasuk mendanai pelanggaran mereka, memicu konflik, bahkan mendorong munculnya perebutan kekuasaan ilegal," ungkap seorang penasihat kebijakan Myanmar.

Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), aktivitas pertambangan batuan mineral juga berlangsung di sejumlah wilayah yang menjadi medan konflik tim redaksi militer dan kelompok bersenjata non militer.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di NadiKabar.com.