"Kami berterima kasih kepada Kementerian Keuangan yang menilai bahwa InJourney Airports telah menunjukkan kinerja terbaik dalam pengelolaan Bandara Jenderal Ahmad Yani sehingga mendapat Anugerah Reksa Bandha 2026. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan BMN," sambungnya.
Sejak mengelola Bandara Jenderal Ahmad Yani pada 1 Oktober 1995, InJourney Airports terus melakukan pengembangan berkelanjutan, baik dari sisi infrastruktur maupun konektivitas penerbangan. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan perekonomian dan pariwisata di Jawa Tengah.
Salah satu pengembangan signifikan adalah pembangunan terminal baru bertema floating airport seluas 59.406 meter persegi dengan kapasitas 6,9 juta penumpang per tahun. Terminal tersebut diresmikan pada 7 Juni 2018.
Kinerja pengelolaan bandara juga tercermin dari pertumbuhan jumlah penumpang pesawat. Pada periode Januari-September 2026, Bandara Jenderal Ahmad Yani melayani sekitar 1,75 juta penumpang dengan jumlah pergerakan pesawat sebanyak 15.865 penerbangan.
"Jumlah penumpang pesawat pada sembilan bulan pertama 2026 itu meningkat sekitar 1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," tuturnya.