"MotoGP Mandalika bukan sekedar tiga hari balapan namun lebih dari itu, yang kita bangun adalah legacy untuk Indonesia dan event ini menjadi katalis untuk mengembangkan destinasi, memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus membawa Indonesia dan Mandalika ke panggung global. Karena itu, keberlanjutan MotoGP membutuhkan gotong royong lintas Kementerian, lembaga, BUMN, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholders," ujar Maya.
Dampak MotoGP tidak berhenti ketika balapan selesai, tetapi juga dirasakan di luar lintasan. Ekosistem yang tumbuh di Mandalika mulai melahirkan local heroes Indonesia, baik di lintasan maupun di balik penyelenggaraan.
Mario Suryo Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di kelas Moto3 menjadi representasi generasi pembalap Indonesia di panggung dunia. Sementara itu, ratusan marshal NTB telah memperoleh kompetensi berstandar internasional dan membuka peluang untuk bertugas pada event balap di luar negeri.
Pengembangan talenta lokal juga tercermin dari keberadaan 380 marshal asal NTB yang telah mendapatkan pelatihan sesuai standar FΓ©dΓ©ration Internationale de Motocyclisme (FIM).
Peran mereka tidak berhenti di Mandalika. Sejumlah marshal asal NTB telah memperoleh kesempatan bertugas dalam penyelenggaraan event balap internasional di luar negeri, termasuk di Sepang, Malaysia.
Hal tersebut menjadi bukti bahwa transfer pengetahuan dan peningkatan kompetensi yang dibangun melalui MotoGP mulai membuka akses bagi tenaga kerja lokal untuk berkiprah di tingkat internasional.
Karena itu, sinergi lintas sektor serta seluruh pemangku kepentingan menjadi semakin penting untuk menjaga keberlanjutan MotoGP di Indonesia sekaligus memperbesar dampak yang dihasilkannya.
"Pada akhirnya ukuran keberhasilan MotoGP bukan hanya siapa yang menjadi juara di lintasan namun keberhasilannya juga harus terlihat dari seberapa besar ekonomi yang tumbuh, seberapa kuat Indonesia dikenal dunia, dan berapa banyak talenta Indonesia yang lahir dari ekosistem yang dibangun. Itulah legacy yang ingin kita jaga bersama," tutup Maya.