Sebanyak 20 peserta terpilih mengikuti program pelatihan intensif selama 30 hari di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC). Pelatihan ini dirancang untuk membekali masyarakat sekitar dengan kompetensi khusus di bidang keselamatan dan penanggulangan keadaan darurat penerbangan.

"Melalui program Cerdaskan Bangsa, kami ingin memberikan bekal yang dapat membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk berkembang dan memiliki daya saing di industri penerbangan," paparnya.

Heru menekankan bahwa seluruh rangkaian program TJSL ini mengedepankan prinsip kolaborasi lintas sektor agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran dan berkelanjutan.

"Harapan kami, masyarakat di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat tumbuh bersama dengan keberadaan bandara. Anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, sementara masyarakat usia produktif memiliki kompetensi dan peluang yang semakin baik," kata dia.