Rizal menyebut penggunaan teknologi biometrik tersebut akan membuat proses pemeriksaan identitas penumpang lebih praktis. Saat ini, prototype sistem tersebut sedang berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta, Surabaya, hingga Bali untuk penerbangan domestik.
"Kita maunya ke depan jangan lagi penumpang harus buka dompet mengeluarkan KTP atau jangan lagi penumpang mengeluarkan kertas catatan, bahkan kadang-kadang kertasnya tertinggal dan terus ditolak oleh bandara seolah-olah kita nggak bisa membantu atau melayani," tutur Rizal.
"Sekarang prototype-nya sedang berlangsung di Soekarno-Hatta. Dan nantinya bandara-bandara strategis kita akan siapkan seperti itu," imbuhnya.