NADIKABAR.COM — Jaring ikan berbahan nilon masih menjadi penyumbang terbesar fragmentasi mikroplastik di laut Indonesia. Setiap tahunnya, mikroplastik akibat jaring nilon muncul secara signifikan.

Menjawab permasalahan tersebut, peneliti Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhamad Nasir bersama tim membuat inovasi terbaru berupa nanofiber dari limbah jaring nilon.

Inovasi ini dibuat bersama pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Andalas (Unand). Hasil riset sudah dipublikasikan dalam jurnal internasional Journal of Science: Advanced Materials and Devices pada 2025.

Inovasi ini berfungsi untuk mendegradasi limbah pewarna tekstil. Selain itu, alat ini juga bisa mengurangi tumpukan sampah plastik dan polusi limba cair sisa industri tekstil.