Sementara, salah seorang finalis dari Kelurahan Gandaria Utara, Imam Basori menuturkan, inovasi pengolahan sampah berbasis teknologi menjadi solusi untuk mengatasi persoalan sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan nilai manfaat sampah organik.

Ia memaparkan, sejumlah inovasi yang dikembangkan di antaranya Kompos Keliling dengan metode penjemputan sampah rumah tangga secara langsung dari pintu ke pintu (door-to-door).

Kemudian, Komposter Mandiri (Koma), yakni komposter berkapasitas besar untuk skala RT maupun RW, serta Smart Geprek berupa teknologi pencacah dan pemadat sampah.

"Kita punya Kompos Keliling dengan metode penjemputan sampah door-to-door skala rumah tangga. Komposter Mandiri (Koma), komposter skala besar yang diperuntukkan bagi tingkat RT maupun RW, serta Smart Geprek atau teknologi pencacah dan pemadat sampah berbasis teknologi," ucapnya.