Safarudin mengaku terakhir bertemu WOI pada awal 2026. Menurut dia, WOI tinggal bersama kakak perempuannya. Kedua orang tua WOI yang merupakan pensiunan TNI Angkatan Laut telah meninggal dunia.
"Itu kan dulu orang tuanya memang di sini. Rumahnya rumah orang tuanya. Kemudian orang tuanya kan meninggal dua-duanya. Jadi sekarang rumah itu ditinggalnya sama kakaknya, kakaknya yang perempuan. Orang tuanya pensiunan TNI AL," jelasnya.
Safarudin juga menyebut WOI tidak terlihat memiliki pekerjaan sehari-hari di lingkungan tersebut. Meski rumahnya tidak terlalu jauh, dia mengaku jarang bertemu dengan WOI.
"Setahu saya nggak ada (pekerjaa). Jadi boleh dibilang, pengangguran, ya. Cuma masalahnya kan enggak enggak kelihatan tiap hari nih orangnya. Artinya kan di luar saya enggak tahu di luar apa yang dikerjakan, gitu," jelasnya.
Kabar mengenai dugaan keterlibatan WOI dalam militer Rusia membuat Safarudin terkejut. Dia mengatakan WOI juga tidak banyak bersosialisasi dengan warga sekitar.
"Pertama saya mendengarnya tuh kemarin malah, ya. Cuma kalau dikatakan syok, ya dibilang syok karena itu warga saya. Dibilang tidak kaget pun ya karena memang tidak terlihat mata setiap harinya, gitu. Artinya memang dia dibilang warga secara data iya, tapi secara aktivitas kan nggak pernah kelihatan di sini, gitu," ucapnya.
Safarudin menilai WOI bukan sosok yang lugu. Namun, dia mengatakan WOI tidak pernah membuat keributan di lingkungan RT setempat.
"Setahu saya, bandelnya itu bandel bukan kriminal gitu, bukan. Bandelnya tuh anak itu, songong gitu, gimana sih songong? Selotokan kali, ya? Nah, enggak tahu lah istilahnya apa tuh. Jadi bukan bukan seorang pendiam, bukan seorang yang yang istilahnya, lugu bukan," tuturnya.
"Tapi sebetulnya nggak pernah sih bikin onar di lingkungan RT 2 mah. Nggak pernah ada konflik dengan lingkungan sini, ya, RT 2," tutupnya.