Zaman dulu, uang di perbankan dibawa dengan cara dimasukkan ke dalam peti kayu. Salah satu petugas Museum Mandiri, Alya, menjelaskan bahwa pemilihan peti uang berbahan kayu karena pada waktu itu bahan tersebut lebih kuat dan mudah dicari.
"Dulu dibawa naiknya pakai peti uang ini, jadi uang-uang dimasukin peti, petinya dibawa ke atas," ujar Alya kepada NadiKabar beberapa waktu lalu.
Selain itu, ada juga koleksi ATM jadul yang sayang jika dilewatkan. Berbeda dengan mesin ATM saat ini, mesin ATM jadul memiliki bentuk yang lebih besar. Secara fungsi, ATM jadul dirancang untuk mengeluarkan kertas struk sebagai bukti transaksi, kartu ATM, dan uang. Berbagai koleksi itu membuat kunjungan ke Museum Mandiri terasa seperti melihat kembali aktivitas perbankan dari masa ke masa.
Traveler tidak hanya melihat benda yang dipajang, tetapi juga bisa membayangkan bagaimana nasabah dan pegawai bank beraktivitas pada zamannya. Menariknya lagi, jejak masa lalu di Museum Mandiri tak hanya terlihat dari benda-benda yang dipajang.