Tak hanya investasi fisik dan digital, Pramono menilai penyelenggaraan kegiatan berskala internasional juga menjadi motor penggerak ekonomi kota yang signifikan bagi sektor perhotelan, kuliner, dan UMKM.

"Event internasional seperti konser The Weeknd dan Pestapora menyumbang dampak ekonomi sekitar Rp250 miliar, YE Live in Jakarta sekitar Rp450 miliar, dan Jakarta Running Festival sekitar Rp175 miliar. Dampak ini langsung dirasakan oleh sektor pariwisata hingga UMKM," papar Pramono.

Menanggapi keterbukaan Pemprov DKI, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Wilson Cuaca, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai Jakarta memegang posisi vital sebagai gerbang utama investasi di Indonesia.

"Jakarta memiliki sejarah yang sangat panjang; tahun ini memasuki 499 tahun dan tahun depan genap lima abad. Semua investor tahu bahwa untuk berinvestasi di Indonesia, pintu utamanya adalah melalui Jakarta," pungkas Wilson.