Hal tersebut, kata rektor untuk menjawab tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks di tengah perubahan iklim ekstrem, disrupsi rantai pasok global, dan dinamika geopolitik.
"Saat ini, IPB University telah berkolaborasi dengan lebih dari 1.500 mitra strategis. Melalui ekosistem Agromaritim 5.0, inovasi IPB University juga telah menjangkau lebih dari 9.000 desa di Indonesia,β kata Rektor.
Menurut Dr Alim, hasil penelitian harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan industri melalui proses hilirisasi.
βRiset hebat tanpa hilirisasi hanya akan menjadi dokumen perpustakaan. Oleh karena itu, keberadaan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) serta dukungan regulasi pemerintah adalah kunci,β tegasnya.