Peningkatan volume bongkar muat peti kemas pada September 2026 tersebut didorong oleh lonjakan produktivitas yang signifikan di beberapa terminal utama.
Kinerja bongkar muat di Terminal Teluk Bayur menjadi yang paling menonjol dengan mencatatkan persentase pertumbuhan tertinggi sebesar 19,2 persen (YoY). Menyusul di belakangnya, Terminal Tanjung Priok yang menjadi gerbang utama logistik mencetak pertumbuhan sebesar 9 persen, serta Terminal Pontianak yang juga menorehkan kenaikan sebesar 5,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Harapan terbesar kami, lonjakan produktivitas ini tidak sekadar menjadi pencapaian angka bagi IPC TPK, tetapi benar-benar mampu mendorong efisiensi rantai pasok, menekan biaya logistik, dan berkontribusi langsung pada akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional," ucap Daniel.