NADIKABAR.COM β€” Ipsos Indonesia mengajak para pelaku industri untuk menjaga "brand equity" berjalan beriringan dengan konteks pasar agar dapat mendorong pertumbuhan yang nyata.

Managing Director Ipsos Indonesia Hansal Savla mengatakan di tengah perubahan sentimen konsumen dan meningkatnya kehati-hatian dalam berbelanja, brand perlu melihat kembali bagaimana pertumbuhan dapat dibangun.

Menurut dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, konsumen Indonesia masih menghadapi berbagai tekanan yang memengaruhi cara mereka mengambil keputusan. Kekhawatiran terhadap kondisi keuangan, daya beli dan situasi investasi masih menjadi bagian dari sentimen konsumen.

Perubahan sentimen tersebut, lanjut dia, perlu menjadi perhatian bagi brand dalam memahami perilaku konsumen.

β€œKita melihat konsumen Indonesia yang tetap berhati-hati dan selektif dalam membelanjakan uangnya. Dalam kondisi seperti ini, brand perlu memahami bahwa pertumbuhan tidak hanya berbicara mengenai seberapa kuat sebuah brand di benak konsumen, tetapi juga bagaimana brand dapat hadir dan tetap relevan ketika konsumen membuat keputusan pembelian," katanya.