NADIKABAR.COM — Irak tengah menggelar pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) untuk memberikan pengecualian kepada bandara-bandara di negara Timur Tengah dari sanksi AS terhadap sektor penerbangan Iran, ungkap kantor media Pemerintah Irak pada Sabtu.
AS sebelumnya mengancam akan menjatuhkan sanksi sekunder kepada berbagai bandara dan perusahaan yang melayani maskapai penerbangan asal Iran. Sebagai balasan, Iran pun mengancam akan menimbulkan gangguan terhadap operasional bandara di kawasan itu.
Di tengah ancaman sanksi tersebut, bandara di Baghdad dan Najaf, Irak, menangguhkan layanan untuk seluruh penerbangan dari Iran pada Jumat (25/9).