Qalibaf juga menuduh AS menjalankan kebijakan jangka panjang untuk mendominasi Iran. Menurut dia, AS sebelumnya mengandalkan pemerintahan yang patuh terhadap kepentingannya, tetapi kini menggunakan perang militer, ekonomi, dan psikologis.

Dia menegaskan Iran tidak akan menyerah pada ancaman militer dan memperingatkan bahwa setiap kesalahan perhitungan AS akan memicu respons yang tidak dapat diprediksi. Respons militer Iran terhadap setiap serangan baru tidak akan dibatasi oleh batas-batas geografis, tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Qalibaf di tengah berlangsungnya kontak diplomatik tidak langsung antara Iran dan AS, setelah serangan gabungan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Sementara itu, Senin (2/11), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Iran masih bertukar pesan dengan AS melalui para mediator.