"Jika keamanan kami tidak dijamin, tidak ada infrastruktur yang akan aman," kata Qalibaf.
Awal September, Qalibaf memperingatkan infrastruktur dan aset energi AS di sekitar Teluk serta Selat Hormuz dapat menjadi sasaran pembalasan Iran jika Washington menyerang fasilitas minyak dan gas Iran.
Qalibaf juga menyinggung pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump mengenai Selat Hormuz dan pelayaran kapal di jalur tersebut. Menurut dia, pernyataan Trump merupakan pengulangan klaim AS sebelumnya.
Pada Sabtu, Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas komersial normal selama tujuh hari. Trump menyebut persyaratan Iran tidak dapat diterima dan mengklaim Washington telah "menguasai sepenuhnya" jalur tersebut.
Dalam proposal itu, Washington diminta mencairkan aset Iran yang dibekukan, mencabut sanksi minyak, dan mengakhiri blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran. Setelah itu, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz dan memulai pembicaraan mengenai kesepakatan akhir.
Saat ini, Teheran masih membatasi akses melalui Selat Hormuz sembari meminta Washington memenuhi komitmen dalam memorandum kesepahaman yang ditandatangani pada Juni.