NADIKABAR.COM — Iran memperingatkan bahwa pusat data, fasilitas kecerdasan buatan (AI), dan infrastruktur teknologi lainnya, yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah, dapat menjadi sasaran jika Washington melancarkan serangan lanjutan terhadap Teheran.
Peringatan tersebut, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (23/10/2026), disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, saat berbicara kepada televisi pemerintah Iran, Press TV.
Rezaei mengatakan bahwa infrastruktur teknologi terkait AS di kawasan tersebut, yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari US$ 2 triliun, bisa terancam jika pertempuran kembali berlanjut.
"Nadi ekonomi Amerika di kawasan ini mengalir melalui wilayah kita," ujar Rezaei dalam pernyataannya, merujuk pada investasi besar AS dalam bentuk pusat data dan fasilitas AS di seluruh kawasan Timur Tengah.
"Sejauh ini, kita belum memasukkan aset-aset tersebut ke dalam daftar target kita," ucapnya.
"Tetapi, jika perang pecah, banyak dari kabel, pusat data, fasilitas kecerdasan buatan, dan berbagai situs lainnya akan hancur," tegas Rezaei dengan nada memperingatkan.