NADIKABAR.COM — Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Selasa menyatakan kesiapan negaranya untuk mempererat hubungan dengan Uzbekistan dan Azerbaijan.
Dia menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev dan dalam pertemuannya dengan Wakil Perdana Menteri Azerbaijan Shahin Mustafayev di Teheran, menurut pernyataan yang diterbitkan oleh kantornya.
Pezeshkian menyoroti kebijakan luar negeri Iran mementingkan memperluas hubungan dengan negara-negara tetangga dan regional, seraya menekankan bahwa mendorong hubungan dengan berbagai negara, terutama negara-negara yang "bersahabat dan sepaham" merupakan salah satu prioritas mendasar kebijakan luar negeri Iran, dan bahwa Teheran berupaya untuk mengembangkan lebih lanjut kerja sama dan hubungan dengan Tashkent.
Sementara itu, Presiden Uzbekistan menyoroti momentum yang semakin kuat dalam hubungan dan kerja sama bilateral, seraya menambahkan bahwa hubungan dan kerja sama antara kedua negara di berbagai bidang terus berkembang.
Wakil Perdana Menteri Azerbaijan menekankan tekad negaranya untuk lebih memperluas hubungan dengan Iran, menggarisbawahi perlunya menindaklanjuti dan melaksanakan perjanjian serta kesepahaman yang telah dicapai antara kedua negara.
Menurut kantor berita semiresmi Iran, Fars menyebutkan bahwa Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei, dalam pertemuan dengan Mustafayev pada Selasa, mengatakan bahwa Teheran telah menyampaikan kepada Washington persyaratannya untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz, tetapi Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak dapat mengambil keputusan.