"Anda juga bisa menggunakan Photoshop saja untuk meloloskan kapal-kapal tanker minyak itu!" sebut Zolfaghari, menyindir gambar-gambar yang sebelumnya dirilis oleh pemerintahan Trump, di mana jalur perairan itu diberi label yang mengklaim sebagai milik AS.

Klaim Kendali Penuh, Trump Usul Selat Hormuz Diganti Jadi 'Selat Trump'

Trump, pada Rabu (2/9), kembali menyatakan bahwa AS memegang kendali penuh atas Selat Hormuz, saat konflik melawan Iran kembali memanas. Dia juga sesumbar mengusulkan agar nama selat itu diganti menjadi "Selat Trump".

"Sekarang setelah kita menguasainya di bawah kendali AS, haruskah kita mengubah nama Selat Hormuz menjadi SELAT TRUMP???" cetus Presiden AS itu dalam pernyataan via akun media sosial Truth Social.

"Seperti Amerika itu sendiri, tempat itu akan menjadi 'lebih hebat' daripada sebelumnya!" ucapnya.

Gedung Putih kemudian mengunggah peta kawasan Teluk, via media sosial, dengan nama usulan Trump dicantumkan pada lokasi Selat Hormuz, sembari membubuhkan komentar berbunyi: "Nama itu terdengar bagus."

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump berulang kali mengancam akan mengklaim kedaulatan atas Selat Hormuz, bahkan sempat mengunggah peta yang menampilkan jalur perairan tersebut sebagai "wilayah baru AS".