Perang yang berawal ketika AS dan Israel melancarkan gelombang serangan besar-besaran pada akhir Februari lalu, telah mengalami kebuntuan selama beberapa bulan terakhir.
Teheran berupaya membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz, jalur perairan yang biasanya dilalui oleh sekitar seperlima konsumsi minyak global.
Akraminia mengatakan Angkatan Bersenjata Iran tetap memegang kendali atas jalur perairan strategis tersebut, dan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga AS memenuhi tuntutan-tuntutan Teheran.
"Atas perintah Pemimpin Tertinggi, respons Angkatan Bersenjata akan bersifat segera, efektif, dan tanpa batasan geografis," tegasnya, dengan nada memperingatkan.
Trump Peringatkan Iran Bisa Hadapi Kehancuran, Bilang Akan Ambil Keputusan